Landing page bukan sekadar halaman website yang dibuat untuk terlihat menarik. Bagi bisnis, landing page memiliki tujuan yang jauh lebih penting, yaitu mengarahkan pengunjung untuk melakukan tindakan tertentu seperti membeli produk, mengisi formulir, melakukan konsultasi, mendaftar layanan, atau menghubungi bisnis melalui WhatsApp.
Sayangnya, masih banyak landing page yang hanya berfokus pada desain tetapi melupakan tujuan utama dari halaman tersebut. Akibatnya, website memang terlihat bagus, tetapi pengunjung tidak tahu harus melakukan apa setelah membuka halaman.
Landing page yang efektif seharusnya mampu menjawab pertanyaan pengunjung dengan cepat, menjelaskan manfaat produk atau layanan, membangun kepercayaan, dan memberikan alasan yang jelas mengapa mereka harus mengambil tindakan.
Karena itu, membuat landing page membutuhkan lebih dari sekadar memilih template dan memasukkan gambar. Struktur konten, desain, headline, tombol CTA, kecepatan website, hingga elemen kepercayaan semuanya perlu dipikirkan dengan baik.
Lalu, bagaimana cara membuat landing page yang menarik sekaligus memiliki peluang konversi yang lebih baik? Berikut pembahasan lengkapnya.
Apa Itu Landing Page?
Landing page adalah halaman khusus yang dirancang untuk mengarahkan pengunjung melakukan satu tujuan tertentu.
Berbeda dengan halaman website biasa yang dapat memiliki banyak menu dan informasi, landing page biasanya dibuat lebih fokus agar perhatian pengunjung tidak terpecah.
Contohnya, sebuah bisnis menjalankan iklan untuk menawarkan jasa pembuatan website. Ketika calon pelanggan mengklik iklan tersebut, mereka diarahkan ke halaman yang menjelaskan layanan, manfaat, harga, portofolio, testimoni, dan tombol untuk melakukan konsultasi.
Halaman tersebut merupakan landing page.
Tujuan akhirnya bukan sekadar membuat pengunjung membaca informasi, tetapi mendorong mereka melakukan tindakan yang sudah ditentukan.
Landing Page Berbeda dengan Homepage
Landing page dan homepage sering dianggap sama karena keduanya merupakan halaman pada sebuah website. Padahal, fungsi keduanya berbeda.
Homepage biasanya berfungsi sebagai halaman utama yang memperkenalkan bisnis secara umum. Pengunjung dapat menemukan berbagai menu seperti About, Services, Portfolio, Blog, Contact, dan halaman lainnya.
Sementara itu, landing page biasanya dibuat untuk satu kampanye atau satu tujuan tertentu.
Misalnya sebuah bisnis memiliki layanan pembuatan website. Homepage dapat menjelaskan seluruh bisnis, sedangkan landing page khusus dapat dibuat untuk kampanye “Website UMKM Mulai 400 Ribu”.
Landing page tersebut dapat dibuat dengan satu fokus utama: membuat pengunjung tertarik dan menghubungi bisnis.
Tentukan Tujuan Landing Page Terlebih Dahulu
Sebelum membuat desain, tentukan terlebih dahulu apa tujuan landing page. Jangan membuat satu halaman yang ingin melakukan terlalu banyak hal sekaligus.
Contohnya, landing page dapat memiliki tujuan:
- Mendapatkan leads.
- Mendapatkan konsultasi.
- Menjual produk.
- Mengumpulkan nomor WhatsApp.
- Mengumpulkan alamat email.
- Mendapatkan pendaftaran.
- Mempromosikan layanan tertentu.
Setelah tujuan ditentukan, seluruh elemen halaman dapat diarahkan untuk mendukung tujuan tersebut.
Jika tujuan utamanya adalah mendapatkan konsultasi, maka tombol seperti “Konsultasi Sekarang” seharusnya lebih terlihat dibandingkan link yang tidak berkaitan langsung dengan tujuan tersebut.
Buat Headline yang Langsung Menjelaskan Manfaat
Headline merupakan salah satu bagian pertama yang dilihat ketika seseorang membuka landing page. Karena itu, headline sebaiknya tidak dibuat terlalu umum. Contoh headline yang terlalu umum adalah:
“Solusi Digital untuk Bisnis Anda”
Headline tersebut memang terdengar profesional, tetapi pengunjung belum tentu langsung memahami apa yang ditawarkan. Headline yang lebih spesifik dapat menjelaskan manfaat secara langsung, misalnya:
“Buat Website Bisnis Profesional Tanpa Ribet dan Siap Online”
Dengan headline yang lebih jelas, pengunjung dapat memahami konteks halaman sejak awal.
Gunakan Subheadline untuk Menjelaskan Headline
Headline tidak harus menjelaskan seluruh informasi. Gunakan subheadline sebagai penjelasan tambahan untuk memberikan konteks.
Jika headline menjelaskan manfaat utama, subheadline dapat menjelaskan siapa yang cocok menggunakan produk atau layanan tersebut dan bagaimana solusi yang ditawarkan membantu mereka. Dengan kombinasi headline dan subheadline, pengunjung dapat memahami penawaran tanpa harus membaca seluruh halaman terlebih dahulu.
Tampilkan CTA dengan Jelas
Call to Action atau CTA merupakan elemen yang mengarahkan pengunjung untuk melakukan tindakan.
CTA dapat berupa tombol seperti:
- Konsultasi Sekarang.
- Pesan Sekarang.
- Dapatkan Penawaran.
- Hubungi Kami.
- Mulai Sekarang.
- Daftar Sekarang.
CTA sebaiknya memiliki visual yang mudah ditemukan. Jangan membuat tombol CTA memiliki warna yang hampir sama dengan background karena pengunjung bisa kesulitan menemukannya. Selain itu, gunakan kalimat yang jelas sehingga pengunjung memahami apa yang akan terjadi setelah tombol tersebut diklik.
Jangan Membuat Pengunjung Menebak
Salah satu prinsip penting dalam landing page adalah membuat semuanya sejelas mungkin. Pengunjung tidak seharusnya harus menebak produk apa yang ditawarkan, siapa yang cocok menggunakan produk tersebut, berapa manfaatnya, atau bagaimana cara menghubungi bisnis. Semakin banyak pertanyaan yang tidak terjawab, semakin besar kemungkinan pengunjung meninggalkan halaman. Karena itu, landing page harus memiliki alur informasi yang mudah diikuti.
Tampilkan Masalah yang Dialami Target Pelanggan
Landing page yang baik tidak hanya berbicara tentang bisnis. Halaman tersebut juga perlu membahas masalah yang sedang dialami calon pelanggan. Misalnya sebuah jasa pembuatan website menargetkan pemilik UMKM yang belum memiliki website.
Masalah yang mungkin mereka alami adalah bisnis sulit ditemukan di Google, calon pelanggan hanya bisa menghubungi melalui media sosial, informasi produk tidak tersusun dengan baik, atau bisnis terlihat kurang profesional ketika dibandingkan dengan kompetitor. Dengan menunjukkan masalah tersebut, pengunjung dapat merasa bahwa halaman tersebut memang dibuat untuk kebutuhan mereka.
Jelaskan Solusi yang Ditawarkan
Setelah menjelaskan masalah, tunjukkan solusi yang diberikan. Jangan hanya mengatakan bahwa produk atau layanan kamu “terbaik”. Jelaskan apa yang sebenarnya akan didapatkan pelanggan.
Contohnya, jika menawarkan jasa pembuatan website, kamu dapat menjelaskan:
- Website responsive untuk smartphone dan desktop.
- Desain disesuaikan dengan identitas bisnis.
- Struktur halaman yang jelas.
- Form kontak atau integrasi WhatsApp.
- Optimasi dasar SEO.
- Pengelolaan website yang mudah.
Informasi tersebut jauh lebih membantu daripada sekadar mengatakan “kami menyediakan website berkualitas”.
Tampilkan Benefit, Bukan Hanya Fitur
Fitur menjelaskan apa yang dimiliki produk, sedangkan benefit menjelaskan manfaat yang dirasakan pelanggan. Misalnya:
Fitur: Website responsive. Benefit: Website tetap nyaman digunakan pelanggan ketika dibuka melalui smartphone. Contoh lainnya: Fitur: Integrasi WhatsApp. Benefit: Calon pelanggan dapat langsung menghubungi bisnis tanpa harus mencari nomor WhatsApp secara manual. Dengan menjelaskan benefit, pengunjung lebih mudah memahami alasan mengapa fitur tersebut penting bagi mereka.
Gunakan Visual yang Mendukung Produk
Gambar pada landing page bukan sekadar dekorasi. Visual sebaiknya membantu menjelaskan produk atau layanan yang ditawarkan. Jika menjual produk fisik, gunakan foto produk yang jelas.
Jika menawarkan jasa desain website, tampilkan contoh website atau mockup. Jika menjual aplikasi, tampilkan tampilan interface. Visual yang relevan dapat membantu pengunjung memahami produk tanpa harus membaca terlalu banyak teks.
Tampilkan Portofolio untuk Membangun Kepercayaan
Jika bisnis kamu menyediakan jasa, portofolio dapat menjadi salah satu elemen penting pada landing page. Calon pelanggan ingin mengetahui seperti apa hasil pekerjaan sebelum mereka memutuskan menggunakan jasa tersebut.
Karena itu, tampilkan beberapa proyek yang relevan dengan target pelanggan. Tidak perlu memasukkan terlalu banyak proyek. Pilih beberapa contoh terbaik yang dapat mewakili kualitas pekerjaan. Jika memungkinkan, tambahkan informasi singkat mengenai kebutuhan klien dan solusi yang diberikan.
Gunakan Testimoni Pelanggan
Testimoni dapat membantu mengurangi keraguan calon pelanggan. Orang biasanya lebih percaya ketika melihat pengalaman pelanggan lain dibandingkan hanya membaca klaim dari bisnis itu sendiri. Testimoni yang baik sebaiknya terlihat natural dan menjelaskan pengalaman nyata pelanggan. Jika memiliki izin, kamu juga dapat menampilkan nama atau identitas bisnis pelanggan agar testimoni terasa lebih kredibel.
Tampilkan Informasi Harga dengan Jelas
Jika memungkinkan, tampilkan harga atau setidaknya kisaran harga. Informasi harga dapat membantu pengunjung mengetahui apakah produk atau layanan tersebut sesuai dengan budget mereka. Namun, tidak semua bisnis harus menampilkan harga secara langsung.
Untuk jasa yang memiliki kebutuhan berbeda-beda, kamu dapat menggunakan tombol “Minta Penawaran” atau “Konsultasi” sehingga calon pelanggan dapat memperoleh harga berdasarkan kebutuhan mereka. Yang terpenting adalah jangan membuat pengunjung bingung mengenai langkah berikutnya.
Gunakan Struktur Landing Page yang Teratur
Landing page sebaiknya memiliki alur yang logis. Struktur sederhana yang dapat digunakan adalah:
- Headline dan penawaran utama.
- Masalah pelanggan.
- Solusi.
- Benefit.
- Fitur.
- Portofolio atau hasil.
- Testimoni.
- Harga atau penawaran.
- FAQ.
- CTA.
Struktur tersebut bukan aturan mutlak. Urutannya dapat disesuaikan dengan jenis bisnis dan perilaku target pelanggan.
Jangan Membuat Landing Page Terlalu Panjang Tanpa Alasan
Landing page memang bisa memiliki konten yang panjang, terutama jika produk atau layanan membutuhkan banyak penjelasan. Namun, panjang bukan berarti harus bertele-tele. Setiap section sebaiknya memiliki fungsi.
Jika sebuah paragraf tidak membantu menjelaskan produk, membangun kepercayaan, menjawab pertanyaan, atau mendorong konversi, pertimbangkan untuk menghapusnya. Landing page yang panjang tetapi memiliki alur jelas masih dapat bekerja dengan baik. Sebaliknya, landing page pendek yang tidak menjawab kebutuhan pengunjung juga belum tentu efektif.
Gunakan White Space
White space adalah ruang kosong di antara elemen desain. Jangan takut menggunakan ruang kosong. White space dapat membantu memisahkan informasi sehingga halaman lebih mudah dibaca. Jika semua elemen terlalu rapat, pengunjung akan melihat halaman sebagai kumpulan informasi yang padat. Dengan jarak yang cukup, heading, gambar, tombol, dan paragraf dapat memiliki ruang masing-masing.
Pastikan Landing Page Mobile Friendly
Salah satu kesalahan yang cukup sering terjadi adalah hanya memeriksa landing page melalui desktop. Padahal, banyak calon pelanggan mengakses website menggunakan smartphone. Karena itu, landing page harus dirancang agar tetap nyaman digunakan pada layar kecil.
Periksa beberapa hal seperti:
- Ukuran teks.
- Ukuran tombol.
- Jarak antar elemen.
- Ukuran gambar.
- Posisi CTA.
- Menu navigasi.
- Formulir.
Tombol juga harus cukup besar untuk disentuh menggunakan jari tanpa membuat pengguna salah menekan elemen lain.
Perhatikan Kecepatan Landing Page
Landing page yang menarik tidak akan banyak membantu jika halaman tersebut membutuhkan waktu terlalu lama untuk dibuka. Pengunjung dapat meninggalkan halaman sebelum melihat penawaran. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kecepatan antara lain:
- Ukuran gambar.
- Jumlah script.
- Plugin yang digunakan.
- Video yang dimuat otomatis.
- File CSS dan JavaScript.
- Hosting.
Karena itu, optimasi performa perlu menjadi bagian dari proses pembuatan landing page.
Tambahkan FAQ untuk Mengurangi Keraguan
FAQ atau Frequently Asked Questions dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan yang sering muncul sebelum pelanggan melakukan pembelian.
Contohnya:
- Berapa lama proses pengerjaan?
- Apakah bisa request desain?
- Apakah mendapatkan revisi?
- Bagaimana proses pembayarannya?
- Apakah tersedia layanan maintenance?
- Apakah bisa konsultasi terlebih dahulu?
Dengan menjawab pertanyaan tersebut di dalam landing page, pengunjung tidak harus menghubungi admin hanya untuk mendapatkan informasi dasar.
Kurangi Gangguan yang Tidak Penting
Landing page sebaiknya memiliki fokus yang jelas. Jika tujuan halaman adalah mendapatkan leads, jangan terlalu banyak menambahkan elemen yang dapat mengalihkan perhatian. Misalnya terlalu banyak popup, animasi, banner, link, atau menu yang tidak berkaitan dengan tujuan utama. Semakin jelas jalur yang harus diikuti pengunjung, semakin mudah mereka memahami apa yang harus dilakukan.
Hubungkan Landing Page dengan Sumber Traffic
Landing page biasanya mendapatkan pengunjung dari berbagai sumber seperti Google Ads, Meta Ads, media sosial, email marketing, atau link dari website lain. Pastikan isi landing page sesuai dengan sumber traffic tersebut.
Jika sebuah iklan menawarkan jasa website untuk UMKM, landing page yang dibuka sebaiknya juga membahas jasa website untuk UMKM. Jangan membuat pengunjung mengklik iklan dengan ekspektasi tertentu lalu membawa mereka ke halaman yang terlalu umum.
Lakukan Pengujian dan Evaluasi
Landing page tidak harus langsung sempurna ketika pertama kali dibuat. Setelah mendapatkan pengunjung, lihat bagaimana mereka berinteraksi dengan halaman.
Perhatikan apakah pengunjung mengklik CTA, mengisi formulir, menghubungi WhatsApp, atau justru meninggalkan halaman sebelum mencapai bagian tertentu. Dari data tersebut, kamu dapat melakukan perbaikan. Misalnya jika banyak pengunjung berhenti sebelum melihat CTA, mungkin CTA perlu dipindahkan atau dibuat lebih jelas. Jika banyak pengunjung membaca informasi tetapi sedikit yang menghubungi bisnis, mungkin penawaran atau alasan untuk melakukan tindakan perlu diperkuat.
Landing Page Harus Dibuat untuk Manusia
Dalam membuat landing page, jangan terlalu fokus pada bagaimana halaman terlihat dari sisi pemilik bisnis. Bayangkan bagaimana halaman tersebut dilihat oleh calon pelanggan. Apakah mereka langsung memahami produk? Apakah mereka tahu manfaatnya? Apakah mereka percaya dengan bisnis tersebut? Apakah mereka tahu berapa harganya? Apakah mereka tahu harus melakukan apa setelah membaca halaman? Jika semua pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan jelas, landing page sudah memiliki fondasi yang baik.
Checklist Landing Page yang Efektif
Sebelum landing page dipublikasikan, gunakan checklist sederhana berikut:
- Tujuan landing page sudah jelas.
- Headline menjelaskan penawaran.
- Subheadline memberikan konteks.
- CTA mudah ditemukan.
- Masalah pelanggan dijelaskan.
- Solusi ditampilkan dengan jelas.
- Benefit produk atau layanan dijelaskan.
- Visual relevan dengan penawaran.
- Portofolio tersedia jika dibutuhkan.
- Testimoni pelanggan ditampilkan.
- FAQ menjawab pertanyaan umum.
- Landing page nyaman dibuka melalui smartphone.
- Kecepatan halaman sudah diperhatikan.
- Tidak terlalu banyak elemen yang mengganggu.
- Informasi kontak mudah ditemukan.
- CTA mengarahkan ke tindakan yang jelas.
Kesimpulan
Landing page yang efektif bukan hanya tentang desain yang menarik, tetapi tentang bagaimana sebuah halaman mampu mengarahkan pengunjung menuju tindakan yang diinginkan.
Mulailah dengan menentukan tujuan landing page, kemudian buat headline yang jelas, jelaskan masalah pelanggan, tampilkan solusi dan benefit, gunakan visual yang relevan, serta tambahkan elemen kepercayaan seperti portofolio dan testimoni.
Jangan lupa memastikan landing page nyaman digunakan melalui smartphone dan memiliki performa yang baik. Pengalaman pengguna memiliki peran penting dalam menentukan apakah pengunjung akan melanjutkan membaca atau meninggalkan halaman.
Selain itu, jangan menganggap landing page sebagai halaman yang dibuat sekali lalu tidak perlu diperbarui. Setelah mendapatkan traffic, lakukan evaluasi dan perbaikan berdasarkan data yang tersedia.
Pada akhirnya, landing page yang baik adalah halaman yang mampu menjawab kebutuhan pengunjung dengan cepat, membangun kepercayaan, dan memberikan alasan yang jelas untuk melakukan tindakan.
Kalau kamu sedang membutuhkan landing page untuk mempromosikan produk, layanan, atau bisnis, Wipinweb dapat membantu membuat website dan landing page yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis kamu.


