Navigasi website sering dianggap sebagai bagian kecil dari sebuah website, padahal elemen ini memiliki peran penting dalam menentukan bagaimana pengunjung menemukan informasi. Website yang memiliki desain bagus belum tentu nyaman digunakan jika pengunjung kesulitan menemukan halaman yang mereka butuhkan.
Bayangkan seseorang masuk ke sebuah website karena ingin melihat layanan, tetapi tidak menemukan menu layanan. Atau mereka ingin mencari informasi kontak tetapi harus membuka beberapa halaman terlebih dahulu. Pengalaman seperti ini dapat membuat pengunjung merasa bingung dan akhirnya meninggalkan website.
Navigasi yang baik seharusnya membantu pengunjung memahami struktur website sejak pertama kali membuka halaman. Mereka harus bisa mengetahui halaman apa saja yang tersedia, informasi apa yang dapat ditemukan, dan bagaimana cara berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya.
Karena itu, membuat navigasi website tidak cukup hanya dengan menambahkan beberapa menu pada bagian header. Struktur menu, urutan halaman, nama menu, tampilan mobile, hingga tombol call to action perlu dipikirkan agar website mudah digunakan.
Lalu, bagaimana cara membuat navigasi website yang sederhana tetapi tetap efektif? Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Apa Itu Navigasi Website?
Navigasi website adalah sistem yang membantu pengunjung berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya.
Navigasi biasanya dapat ditemukan pada bagian header website dalam bentuk menu seperti Beranda, Tentang Kami, Layanan, Produk, Blog, dan Kontak.
Namun, navigasi tidak hanya berada di bagian header. Footer, breadcrumb, link internal, tombol, dan elemen lain yang membantu pengunjung menemukan halaman tertentu juga termasuk bagian dari sistem navigasi website.
Tujuan utamanya sederhana, yaitu membuat pengunjung dapat menemukan informasi yang mereka butuhkan tanpa merasa bingung.
Kenapa Navigasi Website Itu Penting?
Website biasanya memiliki lebih dari satu halaman. Ada halaman tentang bisnis, layanan, produk, artikel, kontak, dan berbagai informasi lainnya.
Tanpa struktur navigasi yang jelas, pengunjung akan kesulitan berpindah antarhalaman.
Navigasi yang baik juga dapat membantu pengunjung memahami struktur sebuah website. Mereka dapat mengetahui halaman mana yang berisi informasi perusahaan, halaman mana yang berisi produk, dan bagaimana cara menghubungi bisnis.
Selain memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik, struktur navigasi yang rapi juga membantu mesin pencari memahami hubungan antara halaman yang ada di dalam website.
Mulai dengan Menentukan Halaman Utama
Sebelum membuat menu, tentukan terlebih dahulu halaman apa saja yang benar-benar dibutuhkan website.
Untuk website bisnis sederhana, beberapa halaman yang umum digunakan antara lain:
- Beranda.
- Tentang Kami.
- Layanan.
- Produk.
- Portofolio.
- Blog.
- Kontak.
Tidak semua website harus memiliki seluruh halaman tersebut. Struktur harus disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
Jika bisnis hanya menawarkan jasa, halaman Produk mungkin tidak diperlukan. Sebaliknya, jika bisnis memiliki banyak produk, halaman katalog justru menjadi bagian penting dari navigasi.
Gunakan Nama Menu yang Mudah Dipahami
Nama menu sebaiknya dibuat sederhana dan mudah dimengerti.
Hindari menggunakan istilah yang terlalu kreatif jika istilah tersebut membuat pengunjung tidak mengetahui isi halaman. Contohnya, menggunakan kata “Eksplorasi” untuk menggantikan “Layanan” mungkin terdengar menarik, tetapi tidak semua pengunjung langsung memahami bahwa menu tersebut berisi daftar layanan bisnis.
Untuk website bisnis, kata seperti Beranda, Tentang Kami, Layanan, Produk, Blog, dan Kontak biasanya lebih mudah dipahami. Semakin sederhana nama menu, semakin kecil kemungkinan pengunjung salah memahami tujuan halaman tersebut.
Jangan Terlalu Banyak Menampilkan Menu
Salah satu kesalahan dalam membuat navigasi website adalah memasukkan terlalu banyak menu sekaligus. Pemilik website mungkin ingin menampilkan seluruh halaman agar semuanya terlihat, tetapi hasilnya justru dapat membuat header terlihat penuh. Jika sebuah website memiliki banyak halaman, kelompokkan halaman yang memiliki hubungan satu sama lain.
Misalnya halaman seperti Web Design, SEO, Maintenance, dan Digital Marketing dapat dimasukkan ke dalam menu Layanan. Dengan begitu, header tetap terlihat sederhana meskipun website memiliki banyak konten.
Gunakan Dropdown Jika Diperlukan
Dropdown dapat digunakan ketika satu kategori memiliki beberapa halaman turunan. Contohnya sebuah website perusahaan memiliki banyak layanan. Daripada semua layanan ditampilkan sebagai menu utama, kamu dapat membuat satu menu bernama “Layanan” kemudian menampilkan beberapa layanan di dalam dropdown. Namun, jangan membuat dropdown terlalu dalam. Jika pengunjung harus melewati tiga atau empat tingkat menu hanya untuk menemukan sebuah halaman, navigasi justru menjadi sulit digunakan.
Letakkan Menu Penting di Posisi yang Mudah Dilihat
Tidak semua halaman memiliki tingkat kepentingan yang sama. Untuk website bisnis, halaman seperti Layanan, Produk, atau Kontak biasanya memiliki nilai yang lebih penting dibandingkan halaman lainnya. Karena itu, pertimbangkan halaman mana yang paling sering dicari pengunjung dan letakkan pada posisi yang mudah ditemukan.
Jika tujuan utama website adalah mendapatkan calon pelanggan, tombol seperti “Konsultasi” atau “Hubungi Kami” juga dapat dibuat lebih menonjol daripada menu biasa.
Gunakan CTA pada Navigasi
Selain menu biasa, website bisnis dapat menggunakan tombol Call to Action atau CTA pada bagian header.
Contohnya:
- Konsultasi Sekarang.
- Hubungi Kami.
- Minta Penawaran.
- Pesan Sekarang.
- Mulai Sekarang.
CTA dapat membantu mengarahkan pengunjung menuju tindakan yang menjadi tujuan utama website.
Namun, jangan menggunakan terlalu banyak CTA berbeda dalam satu header karena dapat membuat pengunjung bingung menentukan tindakan yang harus dilakukan.
Pastikan Navigasi Mudah Digunakan di Smartphone
Navigasi website tidak hanya harus terlihat bagus pada desktop. Tampilan smartphone juga harus mendapatkan perhatian yang sama. Pada layar yang lebih kecil, menu desktop biasanya diubah menjadi hamburger menu atau bentuk navigasi mobile lainnya. Pastikan tombol menu cukup besar untuk disentuh menggunakan jari.
Jarak antar menu juga harus cukup sehingga pengunjung tidak salah menekan menu lain. Jika website memiliki dropdown pada desktop, periksa kembali bagaimana dropdown tersebut bekerja pada smartphone agar tetap mudah digunakan.
Buat Header yang Konsisten
Header sebaiknya memiliki tampilan yang konsisten di seluruh halaman website. Jika posisi logo dan menu berubah-ubah pada setiap halaman, pengunjung dapat merasa bingung. Dengan header yang konsisten, pengunjung dapat berpindah halaman tanpa harus mempelajari ulang struktur website. Elemen seperti logo, menu utama, CTA, dan tombol navigasi sebaiknya memiliki posisi yang stabil.
Gunakan Breadcrumb pada Website yang Memiliki Banyak Halaman
Breadcrumb merupakan navigasi tambahan yang menunjukkan posisi sebuah halaman dalam struktur website.
Contohnya:
Beranda > Blog > Website > Artikel
Breadcrumb sangat berguna untuk website yang memiliki banyak kategori dan halaman. Pengunjung dapat mengetahui posisi mereka dan kembali ke kategori sebelumnya dengan lebih mudah. Selain membantu pengguna, breadcrumb juga dapat membantu memberikan konteks struktur halaman kepada mesin pencari.
Jangan Lupakan Navigasi di Footer
Footer sering dianggap hanya sebagai tempat meletakkan copyright dan informasi kontak. Padahal, footer juga dapat digunakan sebagai navigasi tambahan.
Kamu dapat menampilkan beberapa link penting seperti:
- Tentang Kami.
- Layanan.
- Produk.
- Blog.
- Kontak.
- Kebijakan Privasi.
- Syarat dan Ketentuan.
Footer sangat berguna untuk pengunjung yang sudah membaca halaman sampai bagian paling bawah dan ingin mencari informasi lain.
Gunakan Internal Link untuk Menghubungkan Konten
Navigasi website tidak hanya dilakukan melalui menu. Internal link juga dapat membantu pengunjung berpindah dari satu halaman ke halaman lain yang masih berkaitan.
Misalnya sebuah artikel membahas cara membuat website untuk bisnis. Di dalam artikel tersebut, kamu dapat mengarahkan pembaca ke artikel lain mengenai domain, hosting, SEO, atau maintenance website. Dengan internal link yang relevan, pengunjung memiliki lebih banyak kesempatan untuk menemukan informasi lain yang mereka butuhkan.
Jangan Membuat Semua Link Terlihat Sama
Link navigasi, tombol CTA, dan link biasa memiliki fungsi yang berbeda. Karena itu, desainnya juga dapat dibedakan.
Menu utama dapat menggunakan tampilan sederhana, sedangkan CTA dapat dibuat lebih menonjol menggunakan warna brand. Perbedaan visual tersebut membantu pengunjung memahami mana elemen untuk navigasi dan mana elemen yang mengarahkan mereka melakukan tindakan tertentu.
Pastikan Setiap Link Berfungsi
Navigasi yang terlihat bagus tetap tidak berguna jika link di dalamnya rusak. Sebelum website dipublikasikan, periksa seluruh menu dan tombol. Pastikan tidak ada link yang mengarah ke halaman 404, halaman kosong, atau alamat yang salah. Periksa juga link pada dropdown, footer, breadcrumb, CTA, dan internal link di dalam konten. Pengecekan sederhana seperti ini dapat membantu memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pengunjung.
Buat Navigasi Berdasarkan Kebutuhan Pengunjung
Kesalahan yang sering terjadi adalah membuat struktur navigasi berdasarkan apa yang ingin ditampilkan pemilik bisnis, bukan berdasarkan kebutuhan pengunjung. Coba lihat website dari sudut pandang calon pelanggan.
Jika seseorang baru pertama kali datang, informasi apa yang kemungkinan besar mereka cari? Apakah mereka ingin mengetahui layanan? Harga? Portofolio? Lokasi? Kontak? Atau cara melakukan pemesanan? Jawaban dari pertanyaan tersebut dapat membantu menentukan halaman mana yang harus mendapatkan prioritas dalam navigasi.
Hindari Navigasi yang Terlalu Kreatif
Kreativitas dalam desain website memang penting, tetapi jangan sampai mengorbankan kemudahan penggunaan. Contohnya membuat menu yang hanya muncul ketika pengguna melakukan gerakan tertentu atau menggunakan ikon yang tidak umum untuk menggantikan fungsi menu.
Untuk website bisnis, navigasi yang familiar biasanya lebih aman. Pengunjung tidak datang ke website untuk mempelajari cara menggunakan navigasi. Mereka datang untuk mencari informasi atau melakukan tindakan tertentu.
Periksa Navigasi dengan Pengguna Sebenarnya
Jika memungkinkan, mintalah orang lain mencoba website sebelum dipublikasikan. Berikan tugas sederhana seperti mencari halaman layanan, menemukan kontak, atau mencari informasi tertentu.
Perhatikan apakah mereka dapat menemukan halaman tersebut tanpa bantuan. Jika seseorang yang belum pernah melihat website dapat menemukan informasi dengan mudah, struktur navigasi kemungkinan sudah cukup jelas. Sebaliknya, jika mereka harus bertanya di mana harus mengklik, mungkin struktur navigasi masih perlu diperbaiki.
Checklist Navigasi Website yang Baik
Sebelum website dipublikasikan, gunakan checklist berikut untuk memastikan navigasi sudah mudah digunakan:
- Menu utama mudah ditemukan.
- Nama menu mudah dipahami.
- Jumlah menu tidak terlalu banyak.
- Halaman penting mendapatkan prioritas.
- CTA terlihat jelas.
- Dropdown tidak terlalu dalam.
- Navigasi nyaman digunakan di smartphone.
- Header konsisten di seluruh halaman.
- Breadcrumb tersedia jika website memiliki banyak halaman.
- Footer memiliki link penting.
- Internal link digunakan pada konten yang relevan.
- Tidak ada link yang rusak.
- Menu mengarah ke halaman yang sesuai.
- Pengunjung dapat kembali ke halaman sebelumnya dengan mudah.
- Struktur navigasi dibuat berdasarkan kebutuhan pengunjung.
Kesimpulan
Navigasi website yang baik bukan tentang membuat sebanyak mungkin menu, tetapi tentang membantu pengunjung menemukan informasi dengan cepat dan mudah.
Mulailah dengan menentukan halaman yang benar-benar dibutuhkan, kemudian gunakan nama menu yang sederhana dan mudah dipahami. Kelompokkan halaman yang memiliki hubungan agar header tidak terlalu penuh. Perhatikan juga pengalaman pengguna di smartphone. Navigasi yang nyaman di desktop belum tentu nyaman ketika digunakan melalui layar kecil.
Selain menu utama, manfaatkan breadcrumb, footer, internal link, dan CTA untuk membantu pengunjung berpindah ke halaman yang relevan. Yang paling penting, selalu lihat navigasi dari sudut pandang pengunjung. Website dibuat untuk membantu orang menemukan informasi, bukan membuat mereka mencari-cari sendiri di dalam halaman.
Dengan struktur navigasi yang sederhana, jelas, dan konsisten, website akan terasa lebih profesional sekaligus memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi pengunjung. Jika kamu sedang membuat website bisnis dan ingin memiliki struktur halaman yang rapi, Wipinweb dapat membantu membuat website yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan target pelanggan kamu.


