Kenapa Website Bisnis Harus Dirawat Setelah Jadi?
Kenapa Website Bisnis Harus Dirawat Setelah Jadi?

Kenapa Website Bisnis Harus Dirawat Setelah Jadi?

Banyak orang menganggap pekerjaan membuat website selesai ketika website sudah online dan bisa dibuka melalui browser. Padahal, website bisnis sebenarnya bukan produk yang cukup dibuat satu kali lalu dibiarkan begitu saja. Sama seperti toko fisik yang perlu dibersihkan, diperiksa, dan dirawat secara berkala, website juga membutuhkan maintenance agar tetap aman, cepat, dan bisa digunakan dengan baik.

Bayangkan kamu memiliki website bisnis yang sudah dibuat dengan desain profesional. Semua halaman sudah lengkap, tombol WhatsApp sudah terpasang, produk sudah dimasukkan, dan website sudah muncul di Google. Beberapa bulan kemudian, muncul masalah. Ada plugin yang tidak kompatibel, halaman tiba-tiba error, gambar tidak muncul, formulir kontak tidak bekerja, atau bahkan website tidak bisa dibuka. Masalah seperti ini bisa terjadi ketika website tidak mendapatkan perawatan secara rutin. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan website maintenance? Apa saja yang harus dilakukan? Dan seberapa sering website bisnis perlu dirawat? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Website Maintenance?

Website maintenance adalah proses melakukan pemeriksaan, pembaruan, perbaikan, dan perawatan website secara berkala agar website tetap berjalan dengan baik. Maintenance bukan hanya dilakukan ketika website mengalami masalah. Justru, maintenance yang baik dilakukan sebelum masalah besar terjadi.

Beberapa aktivitas maintenance website antara lain:

  • Memperbarui WordPress.
  • Memperbarui tema.
  • Memperbarui plugin.
  • Melakukan backup.
  • Mengecek keamanan website.
  • Memeriksa link yang rusak.
  • Mengecek formulir kontak.
  • Mengecek kecepatan website.
  • Membersihkan data yang tidak diperlukan.
  • Memeriksa tampilan website di perangkat berbeda.

Dengan maintenance yang rutin, masalah kecil dapat diketahui lebih awal sebelum berubah menjadi masalah yang lebih besar.

Kenapa Website Bisnis Tidak Boleh Dibiarkan Begitu Saja?

Website bisnis biasanya menjadi salah satu tempat calon pelanggan mencari informasi. Mereka mungkin mencari alamat, melihat layanan, membaca portofolio, melihat produk, atau menghubungi bisnis melalui WhatsApp. Jika website mengalami error ketika calon pelanggan sedang membutuhkannya, pengalaman mereka tentu menjadi kurang baik. Bahkan masalah kecil seperti tombol yang tidak bisa diklik atau formulir yang tidak terkirim bisa membuat calon pelanggan gagal menghubungi bisnis. Karena itu, website perlu dianggap sebagai aset digital, bukan sekadar file yang sudah selesai dibuat.

1. Update WordPress Secara Berkala

Jika website menggunakan WordPress, salah satu bagian penting dalam maintenance adalah memastikan WordPress tetap diperbarui. WordPress terus mendapatkan pembaruan untuk berbagai kebutuhan, termasuk perbaikan bug, peningkatan performa, kompatibilitas, dan keamanan.

Namun, melakukan update juga tidak boleh sembarangan. Sebelum melakukan pembaruan besar, sebaiknya lakukan backup terlebih dahulu. Hal ini penting untuk mengantisipasi apabila terjadi masalah setelah proses update. Website yang menggunakan banyak plugin atau konfigurasi khusus juga perlu diperiksa setelah update untuk memastikan seluruh fungsi tetap berjalan normal.

2. Update Plugin dan Tema

Selain WordPress, plugin dan tema yang digunakan pada website juga mendapatkan pembaruan dari pengembangnya. Plugin bisa digunakan untuk menambahkan berbagai fitur seperti formulir kontak, SEO, keamanan, toko online, pembayaran, hingga optimasi website.

Semakin banyak komponen yang digunakan, semakin penting pula melakukan pengecekan kompatibilitas setelah pembaruan. Jangan hanya melihat notifikasi update lalu menekan tombol update untuk semuanya tanpa melakukan backup. Untuk website bisnis yang penting bagi operasional, proses update sebaiknya dilakukan dengan lebih hati-hati.

3. Lakukan Backup Website

Backup merupakan salah satu bagian paling penting dari maintenance.

Backup adalah salinan data website yang dapat digunakan untuk mengembalikan website apabila terjadi masalah. Misalnya website mengalami error setelah update, terkena malware, data terhapus, atau terjadi kesalahan konfigurasi. Dengan adanya backup, kamu memiliki cadangan yang bisa digunakan untuk melakukan recovery. Idealnya, backup tidak hanya disimpan di satu tempat.

Beberapa komponen yang perlu diperhatikan dalam backup antara lain:

  • File website.
  • Database.
  • Media seperti gambar dan dokumen.
  • Konfigurasi penting.

Jangan menunggu website bermasalah baru memikirkan backup. Backup justru harus disiapkan ketika website masih dalam kondisi normal.

4. Periksa Keamanan Website

Website yang sudah online akan terus terhubung dengan internet. Artinya, keamanan website juga perlu diperhatikan.

Pada website WordPress, keamanan dapat diperkuat dengan beberapa kebiasaan sederhana.

  • Gunakan password administrator yang kuat.
  • Batasi akses pengguna sesuai kebutuhan.
  • Hapus plugin dan tema yang tidak digunakan.
  • Selalu gunakan software yang diperbarui.
  • Gunakan SSL.
  • Lakukan backup secara berkala.
  • Pantau aktivitas yang mencurigakan.

Jangan menganggap website kecil tidak mungkin menjadi target masalah keamanan. Website apa pun tetap membutuhkan pengamanan yang baik.

5. Hapus Plugin dan Tema yang Tidak Digunakan

Salah satu kebiasaan yang sering terjadi pada pengguna WordPress adalah memasang plugin untuk mencoba sebuah fitur, kemudian membiarkannya tetap terpasang meskipun sudah tidak digunakan. Padahal, plugin yang tidak diperlukan hanya menambah komponen yang harus dikelola.

Hal yang sama juga berlaku untuk tema WordPress. Jika ada plugin atau tema yang memang sudah tidak digunakan, pertimbangkan untuk menghapusnya setelah memastikan tidak ada fungsi website yang bergantung pada komponen tersebut.

Website yang lebih sederhana biasanya juga lebih mudah dirawat.

6. Cek Link yang Rusak

Website yang sudah lama berjalan dapat memiliki banyak halaman dan link. Seiring perubahan struktur website, beberapa link mungkin sudah tidak lagi mengarah ke halaman yang benar.

Contohnya, kamu pernah membuat halaman layanan dengan URL tertentu. Kemudian halaman tersebut dihapus atau slug-nya diganti. Link lama yang masih digunakan di artikel atau halaman lain akhirnya menghasilkan error. Link yang rusak bisa membuat pengalaman pengguna menjadi buruk. Karena itu, lakukan pemeriksaan link secara berkala dan perbaiki link yang sudah tidak valid.

7. Pastikan Formulir Kontak Masih Berfungsi

Formulir kontak sering menjadi salah satu bagian penting pada website bisnis. Pengunjung mungkin menggunakannya untuk meminta penawaran, melakukan konsultasi, atau mengirim pertanyaan. Masalahnya, formulir yang terlihat normal belum tentu benar-benar berfungsi. Bisa saja pengunjung sudah mengisi formulir dan menekan tombol kirim, tetapi email tidak pernah sampai ke pemilik bisnis. Karena itu, lakukan pengujian secara berkala. Coba kirim formulir menggunakan data percobaan dan pastikan pesan benar-benar diterima. Jika website menggunakan integrasi WhatsApp, pastikan tombol dan format pesan otomatis juga masih berjalan dengan benar.

8. Periksa Tampilan di Smartphone

Website yang terlihat sempurna ketika dibuka di komputer belum tentu memiliki tampilan yang sama di smartphone. Perubahan plugin, tema, CSS, atau konten dapat menyebabkan layout tertentu berubah.

Contohnya:

  • Teks menjadi terlalu kecil.
  • Tombol keluar dari layar.
  • Gambar terlalu besar.
  • Menu tidak bisa dibuka.
  • Jarak antar elemen terlalu sempit.
  • Section menjadi berantakan.

Karena banyak pengunjung mengakses website melalui perangkat mobile, pengecekan tampilan smartphone sebaiknya menjadi bagian dari maintenance rutin.

9. Periksa Kecepatan Website

Website yang awalnya cepat bisa menjadi lebih berat seiring bertambahnya konten. Misalnya, kamu menambahkan puluhan artikel, gambar, plugin, script, atau fitur baru. Jika tidak diperhatikan, ukuran halaman bisa semakin besar. Karena itu, lakukan pengecekan performa secara berkala.

Beberapa hal yang dapat diperiksa antara lain:

  • Ukuran gambar.
  • Jumlah plugin.
  • File CSS dan JavaScript.
  • Penggunaan caching.
  • Resource hosting.
  • Ukuran halaman.

Optimasi kecepatan bukan hanya dilakukan ketika website sudah sangat lambat. Lebih baik melakukan pengecekan secara berkala agar performa website tetap terjaga.

10. Periksa Kapasitas Hosting

Ketika website masih baru, kebutuhan hosting biasanya belum terlalu besar. Namun, kebutuhan tersebut dapat berubah seiring pertumbuhan website. Jumlah artikel bertambah, gambar semakin banyak, traffic meningkat, database semakin besar, dan fitur website semakin kompleks. Jika resource hosting sudah tidak mencukupi, performa website dapat ikut terpengaruh. Karena itu, pemilik website perlu mengetahui kondisi resource hosting yang digunakan. Jika kebutuhan website sudah berkembang jauh dari kapasitas awal, upgrade hosting bisa menjadi salah satu pilihan.

11. Pastikan SSL Tetap Aktif

SSL membuat koneksi antara browser dan website menggunakan HTTPS. Website yang menggunakan HTTPS biasanya ditandai dengan ikon gembok pada browser.

Untuk website bisnis, penggunaan HTTPS merupakan bagian penting dari pengelolaan website karena memberikan lapisan perlindungan terhadap komunikasi data antara pengguna dan website. Pastikan sertifikat SSL tidak kedaluwarsa dan website tidak menampilkan peringatan keamanan ketika dibuka. Jika tiba-tiba website berubah menjadi HTTP atau browser memberikan peringatan keamanan, segera periksa konfigurasi SSL.

12. Periksa Database dan Data Website

Website yang aktif dalam waktu lama dapat menghasilkan banyak data. Pada WordPress, misalnya, database dapat menyimpan berbagai informasi yang berasal dari konten, plugin, revisi, komentar, dan proses lainnya. Maintenance dapat membantu menjaga database tetap terorganisir. Namun, jangan menghapus data database secara manual jika tidak memahami fungsi masing-masing tabel.

Kesalahan pada database bisa menyebabkan website mengalami masalah serius. Untuk proses ini, sebaiknya gunakan metode yang aman atau minta bantuan orang yang memahami pengelolaan WordPress.

Seberapa Sering Website Harus Di-maintenance?

Tidak ada satu jadwal yang berlaku untuk semua website. Frekuensi maintenance bergantung pada jenis website, jumlah pengguna, jumlah plugin, tingkat perubahan konten, dan seberapa penting website tersebut bagi bisnis. Namun, kamu bisa menggunakan jadwal sederhana sebagai panduan.

Maintenance Mingguan

  • Periksa apakah website masih bisa diakses.
  • Cek halaman utama.
  • Cek tombol penting.
  • Periksa formulir kontak.
  • Periksa notifikasi keamanan.

Maintenance Bulanan

  • Periksa update WordPress.
  • Update plugin dan tema setelah backup.
  • Periksa link yang rusak.
  • Periksa performa website.
  • Periksa penggunaan hosting.
  • Periksa backup.

Maintenance Berkala

  • Audit plugin.
  • Evaluasi struktur website.
  • Periksa halaman yang sudah tidak relevan.
  • Perbarui informasi bisnis.
  • Evaluasi keamanan.
  • Periksa kembali tampilan mobile.

Website yang sangat penting untuk operasional bisnis tentu membutuhkan pengawasan yang lebih rutin dibandingkan website sederhana yang jarang diperbarui.

Apakah Website Maintenance Bisa Dilakukan Sendiri?

Bisa. Untuk website sederhana, beberapa pekerjaan maintenance sebenarnya dapat dilakukan sendiri jika kamu memahami dasar WordPress. Misalnya memperbarui konten, mengganti gambar, melakukan backup, atau mengecek halaman tertentu.

Namun, pekerjaan teknis tertentu membutuhkan pengetahuan lebih. Contohnya adalah troubleshooting error setelah update, optimasi database, masalah server, konflik plugin, keamanan, atau pemulihan website dari backup. Jika website merupakan bagian penting dari bisnis, menggunakan layanan maintenance profesional bisa menjadi pilihan yang lebih aman dan praktis.

Kenapa Maintenance Lebih Baik daripada Menunggu Website Rusak?

Menunggu website rusak baru melakukan maintenance bisa membuat masalah menjadi lebih besar. Misalnya sebuah plugin mengalami masalah tetapi tidak segera diperiksa. Beberapa minggu kemudian website mengalami error dan ternyata masalah tersebut sudah mempengaruhi beberapa bagian lain.

Dengan maintenance rutin, masalah kecil dapat ditemukan lebih cepat. Selain itu, kamu juga memiliki kesempatan untuk memperbarui website sebelum teknologi yang digunakan menjadi terlalu lama atau tidak kompatibel. Maintenance pada dasarnya adalah bentuk pencegahan.

Website Bukan Sekadar Dibuat, tetapi Juga Dikelola

Inilah hal yang sering dilupakan pemilik bisnis. Membuat website memang merupakan langkah awal. Tetapi setelah website online, masih ada pekerjaan yang perlu dilakukan agar website tetap memberikan manfaat.

Konten perlu diperbarui. Informasi kontak harus tetap benar. Produk perlu diperiksa. Plugin perlu diperbarui. Backup harus tersedia. Keamanan harus diperhatikan. Dengan pengelolaan yang baik, website dapat terus menjadi aset digital yang mendukung bisnis dalam jangka panjang.

Checklist Website Maintenance

Berikut checklist sederhana yang bisa kamu gunakan:

  • Backup website tersedia.
  • WordPress sudah diperbarui.
  • Plugin yang digunakan sudah diperbarui.
  • Tema sudah diperbarui.
  • Plugin tidak terpakai sudah dihapus.
  • SSL masih aktif.
  • Formulir kontak berfungsi.
  • Tombol WhatsApp berfungsi.
  • Link website tidak rusak.
  • Tampilan mobile normal.
  • Kecepatan website tetap baik.
  • Kapasitas hosting masih mencukupi.
  • Informasi bisnis masih terbaru.
  • Website tidak menunjukkan error.

Kesimpulan

Website maintenance merupakan bagian penting dari pengelolaan website bisnis. Website yang sudah online bukan berarti pekerjaan selesai. Justru setelah website digunakan oleh pelanggan, kamu perlu memastikan website tersebut tetap aman, cepat, berfungsi dengan baik, dan memberikan informasi yang benar.

Maintenance dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas sederhana seperti backup, update WordPress, pembaruan plugin, pemeriksaan keamanan, pengecekan link, pengujian formulir, hingga pemeriksaan performa. Dengan melakukan maintenance secara rutin, kamu bisa mengurangi risiko masalah besar dan menjaga website tetap siap digunakan oleh calon pelanggan. Jadi, jangan melihat website hanya sebagai proyek yang selesai ketika tombol “Publish” ditekan.

Anggap website sebagai bagian dari bisnis yang perlu dirawat dan dikembangkan. Karena website yang dirawat dengan baik bukan hanya terlihat profesional, tetapi juga lebih siap digunakan sebagai aset digital untuk mendukung bisnis dalam jangka panjang. Kalau kamu ingin memiliki website bisnis yang tidak hanya dibuat sampai online, tetapi juga mendapatkan perhatian terhadap performa, keamanan, dan pengelolaannya, Wipinweb siap membantu kebutuhan website bisnis kamu.

Share Artikel :

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *